Sejarah Desa Majasari

Pada jaman dahulu, Desa Majasari masih berupa hutan belantara dan tidak diketahui secara pasti siapa yang telah membuka hutan tersebut untuk di tinggali.

pada masa penjajahan Belanda pada abad ke XVII (tujuh belas) lewatlah di wilayah ini Kandaga Lente Cirebon dibawah Kepemerintahan Mataram Demak utusan dari Kesultanan Cirebon yang bernama Embah Buyut Manunggal yang Berangkat dari cirebon melalui jalur tengah menuju ke Kesultanan Banten bukan hanya Eyang Manunggal yang sering melintas ke daerah ini tetapi ada tokoh-tokoh lain seperti Pangeran Indah Giri (Eyang Pingi),  Raden Sutamanggal (Eyang Sala) dan Eyang Budi Arifan yang situs dari ketiga tokoh ini berada di Wilayah Desa Majasari, Desa Majasari pada sejak dulu menjadi pelintasan Bagi Tokoh tokoh atau Kandaga Lente yang bertugas menyampaikan Amanah atau Kabar ke Kesultanan Cirebon, Embah Buyut Manunggal setiap kali menuju banten beliau sering Berteduh sejenak (reureuh/ngaso) kata urang sunda” di daerah Majasari sekarang, saking seringnya ngaso diwilayah tersebut dan merasa nyaman maka disebutlah wilayah yang sering dibuat berteduh itu “Sukarandeg”  kata urang sunda suka berhenti.

Dengan siring waktu Embah Buyut Manunggal mengucapkan bahasa yang tidak disengaja pada tempat tersebut yaitu ”

"Desa iki bakal maju kaya karajan Majapahit, mula aku nyebut desa iki karo Majasari"

(“Desa ini akan maju seperti kerajaan majapahit, maka saya namai desa ini dengan Majasari”)

inilah awal Desa tersebut disebut Majasari, tetapi ada cerita lain menurut tokoh desa kenapa disebut Majasari yaitu berasal dari Kata Ma : Maja Jas : Majasari  Sa : Rancaseel  Ri : Rancasari, bukti sejarah bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi dulu dipemakaman Umum Manunggal ada Sebuah Petilasan dibawah Pohon Jati, tetapi seiring dengan perkembangan jaman petilasan tersebut dihilangkan oleh penduduk tersebut.

Sebelum desa Majasari ada sudah ada pemerintahan yaitu Desa Cinangsi yang mana Desa Majasari merupakan salah satu Desa hasil pemekaran dari Desa Cinangsi yang mendapat restu dari Bapak Bupati Subang menjadi Desa Definitif tepat nya pada Tanggal 28 Desember 1984, Desa Majasari sebenarnya termasuk Desa yang terkecil di Kabupaten Subang, tidak layak untuk dimekarkan, namun mengingat kegigihan dan permintaan masyarakat Maja, Sukaraneg dan Rancaseel agar terpisah dari Desa Cinangsi harus segera terwujud Diantara pelopor perjuangan agar Desa Cinangsi dimekarkan dan dikabulkannya menjadi sebuah Desa, ini tidak lepas dari perjuangan para tokoh masyarakat seperti : 1. Bpk. Moch Ace Waslulfalah Sekdes Cinangsi 2. Bpk. KH. Zaenal Arifien Tokoh Masyarakat 3. Bpk. Moch Karyo (Alm). Aparat Desa 4. Bpk. Marta Alkarnasih (Alm). Amil Desa 5. Bpk. Omon Sahma (Alm. Tokoh Masyarakat Sejak Tahun 1985 dengan hasil kegigihan para tokoh desa majasari akhirnya terwujud menjadi desa yang membawahi 2 dusun, 4 RW (Rukun Warga) dan 13 RT (Rukun Tetangga).

Dari masa ke masa desa majasari menunjukan eksistensi kemandirian-nya, dengan melayani dan mengayomi masyarakat, Desa Majasari juga turut berkiprah selama 32 Tahun membantu melaksanakan program – program yang dicanangkan Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat. Dengan Sejarah berdirinya Desa Majasari kami berharap menjadikan sebuah momentum yang baik untuk warga ataupun generasi muda yang kelak akan meneruskan Pemerintah Desa Majasari dimasa yang akan datang, menjadi desa yang maju dalam berbagai bidang terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat-nya yang berdasar pada perwujudan budaya gotong royong. (10/02/Red.KIM) 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan