Pelaksanaan Program PTSL di Desa Majasari Berjalan Sesuai Dengan Harapan

Majasari.sideka – Sertifikasi tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 di Desa Majasari sudah hampir rampung. Jumlah bidang tanah yang telah selesai sertifikatnya sebanyak 1000 bidang. Tahun ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) ditargetkan menyelesaikan sertifikat untuk 1.000 bidang tanah dengan sasaran di seluruh wilayah desa Majasari.

“Jumlah desa yang jadi sasaran PTSL tahun ini di Kabupaten subang tidak banyak. Tapi Alhamdullilah didesa majasari itu akan disapu bersih dan akan segera disertifikatkan,” jelas Kepala BPN Kabupaten subang Selasa (07/8).
Dikatakan Endang Karwita selaku Sekdes Majasari, saat ini petugas BPN sudah mulai bekerja dengan memetakan lokasi. Nantinya, di desa majasari akan melaksanakan pemetaan dan pengukuran terus yang ikut serta program PTSL akan disapu bersih setiap bidang tanah yang belum bersertifikat. Baik bidang tanah yang sudah didaftarkan, belum didaftar, maupun bidang tanah yang bermasalah. Dalam pendataan bidang tanah, Endang mengaku dalam hal ini melibatkan RT dan RW serta pengurus setempat dalam proses pengumpulan berkas dan pengawalan pengukuran.

“Baru di Kecamatan Cibogo dimana desa majasari masuk dalam PTSL. Dari total bidang yang sudah diukur 1000 bidang rencananya akan dicocokan dan diserahkan dan segera dijadwalkan untuk pengajuan,” papar Endang.
Sementara itu, Kepala Desa Majasari Tati hermawati menyampaikan, dengan adanya Program Nasional Agraria (Prona) yang saat ini disebut PTSL, sangat membantu masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah. Pasalnya, biaya pengurusan sertiifikat tersebut mendapat subsidi dari pemerintah.
Kalau mengurus sendiri pasti biayanya lebih tinggi dan butuh waktu cukup lama. Dengan PTSL ini juga menambah Pendapatan Asli Daerah karena warga jadi tertib bayar PBB,” ujarnya.

Kades juga mengatakan, mulai 2018 ini program PTSL mulai melakukan tuntas desa. Artinya, setiap bidang di desa majasari yang jadi sasaran dituntaskan secara keseluruhan. Jadi, warga dalam satu desa yang belum memiliki sertifikat didata dan dimasukkan dalam program PTSL sehingga satu desa bisa tuntas. Untuk itu, tati berharap tidak ada warga dan belum memiliki sertifikat tercecer saat pendataan. (endang/red)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan